10. Konfigurasi R2 - Routerboard VLAN / Switch
R2 bertugas meneruskan VLAN dari R1 ke port yang sesuai. Ether1 menjadi trunk yang membawa VLAN 10 dan VLAN 20. Ether2 dan Ether3 menjadi access port VLAN 10, sedangkan Ether4 menjadi access port VLAN 20.
10.1. Mengubah Identity R2
Fungsi: Membedakan Routerboard kedua dari gateway utama.
Melalui Winbox
1. Buka System → Identity.
2. Isi Name: R2-VLAN-SWITCH.
3. Klik Apply lalu OK.
Alternatif melalui Terminal
/system identity set name=R2-VLAN-SWITCH
Hasil yang diharapkan: Nama perangkat menjadi R2-VLAN-SWITCH.
10.2. Membuat Bridge
Fungsi: Menggabungkan port Ethernet dalam satu domain switching sebelum pengaturan VLAN diterapkan.
Melalui Winbox
1. Buka Bridge → tab Bridge.
2. Klik +.
3. Isi Name: bridge-vlan.
4. Klik Apply lalu OK.
5. Buka tab Ports.
6. Tambahkan ether1, ether2, ether3, dan ether4 ke bridge-vlan satu per satu.
Alternatif melalui Terminal
/interface bridge add name=bridge-vlan/interface bridge port add bridge=bridge-vlan interface=ether1/interface bridge port add bridge=bridge-vlan interface=ether2/interface bridge port add bridge=bridge-vlan interface=ether3/interface bridge port add bridge=bridge-vlan interface=ether4
Hasil yang diharapkan: Keempat interface menjadi anggota bridge-vlan.
10.3. Membuat VLAN 10 pada Switch
Fungsi: Menentukan bahwa VLAN 10 boleh melewati trunk ether1 dan keluar ke access port ether2 serta ether3.
Melalui Winbox
1. Buka menu Switch.
2. Pilih tab VLAN.
3. Klik +.
4. Pilih Switch: switch1.
5. Isi VLAN ID: 10.
6. Pilih Ports: ether1, ether2, ether3.
7. Klik Apply lalu OK.
Alternatif melalui Terminal
/interface ethernet switch vlan add switch=switch1 vlan-id=10 ports=ether1,ether2,ether3
Hasil yang diharapkan: VLAN 10 terdaftar pada ether1, ether2, dan ether3.
Catatan: Nama switch dapat berbeda pada tiap perangkat. Periksa menu Switch atau perintah /interface ethernet switch print.
10.4. Membuat VLAN 20 pada Switch
Fungsi: Menentukan bahwa VLAN 20 boleh melewati trunk ether1 dan keluar ke access port ether4.
Melalui Winbox
1. Buka Switch → VLAN.
2. Klik +.
3. Pilih Switch: switch1.
4. Isi VLAN ID: 20.
5. Pilih Ports: ether1 dan ether4.
6. Klik Apply lalu OK.
Alternatif melalui Terminal
/interface ethernet switch vlan add switch=switch1 vlan-id=20 ports=ether1,ether4
Hasil yang diharapkan: VLAN 20 terdaftar pada ether1 dan ether4.
10.5. Mengatur ether1 sebagai Trunk
Fungsi: Trunk membawa lebih dari satu VLAN antarperangkat. Tag VLAN dipertahankan agar R1 dapat membedakan paket VLAN 10 dan VLAN 20.
Melalui Winbox
1. Buka Switch → Port.
2. Double-click ether1.
3. Atur VLAN Mode: secure.
4. Atur VLAN Header: add if missing.
5. Klik Apply lalu OK.
Alternatif melalui Terminal
/interface ethernet switch port set ether1 vlan-mode=secure vlan-header=add-if-missing
Hasil yang diharapkan: ether1 siap membawa VLAN 10 dan VLAN 20 sebagai trunk.
10.6. Mengatur ether2 sebagai Access VLAN 10
Fungsi: Access port digunakan oleh perangkat akhir yang tidak memahami tag VLAN. always-strip menghapus tag VLAN sebelum frame dikirim ke PC.
Melalui Winbox
1. Buka Switch → Port.
2. Double-click ether2.
3. VLAN Mode: secure.
4. VLAN Header: always strip.
5. Default VLAN ID: 10.
6. Klik Apply lalu OK.
Alternatif melalui Terminal
/interface ethernet switch port set ether2 vlan-mode=secure vlan-header=always-strip default-vlan-id=10
Hasil yang diharapkan: Client pada ether2 masuk ke VLAN 10.
10.7. Mengatur ether3 sebagai Access VLAN 10
Fungsi: Memberikan VLAN 10 untuk client siswa kedua.
Melalui Winbox
1. Buka Switch → Port → ether3.
2. VLAN Mode: secure.
3. VLAN Header: always strip.
4. Default VLAN ID: 10.
5. Klik Apply lalu OK.
Alternatif melalui Terminal
/interface ethernet switch port set ether3 vlan-mode=secure vlan-header=always-strip default-vlan-id=10
Hasil yang diharapkan: Client pada ether3 masuk ke VLAN 10.
10.8. Mengatur ether4 sebagai Access VLAN 20
Fungsi: Memberikan VLAN 20 untuk client guru.
Melalui Winbox
1. Buka Switch → Port → ether4.
2. VLAN Mode: secure.
3. VLAN Header: always strip.
4. Default VLAN ID: 20.
5. Klik Apply lalu OK.
Alternatif melalui Terminal
/interface ethernet switch port set ether4 vlan-mode=secure vlan-header=always-strip default-vlan-id=20
Hasil yang diharapkan: Client pada ether4 masuk ke VLAN 20.
Catatan: Jika menu Switch tidak menyediakan opsi vlan-mode, vlan-header, atau always-strip, perangkat kemungkinan memakai metode Bridge VLAN Filtering. Karena soal secara eksplisit meminta secure dan always-strip, gunakan metode switch-chip bila perangkat UKK mendukungnya.
11. Memahami Routing pada Topologi Ini
Fungsi: Routing menentukan jalur antarjaringan. Karena VLAN 10, VLAN 20, dan WLAN semuanya memiliki interface gateway langsung pada R1, RouterOS otomatis membuat connected route untuk ketiga jaringan tersebut. Pada sisi WAN, ether1 memperoleh IP melalui DHCP Client dengan Add Default Route = No.
Karena default route tidak dibuat oleh DHCP Client, kita menambahkannya secara manual menuju gateway upstream 192.168.10.1. Anda tidak perlu menambahkan static route menuju 192.168.40.0/24, 192.168.60.0/24, atau 192.168.20.0/24 karena ketiga jaringan tersebut terhubung langsung ke R1.
Connected route otomatis:
192.168.40.0/24 -> VLAN siswa
192.168.60.0/24 -> VLAN guru
192.168.20.0/24 -> wlan1
WAN:
ether1 -> IP otomatis dari DHCP Client
Add Default Route -> No
Static/default route manual:
0.0.0.0/0 -> 192.168.10.1
12. Pemasangan Perangkat dan Kabel
Fungsi: Menghubungkan perangkat sesuai rancangan logis agar VLAN dan layanan jaringan dapat diuji secara nyata.
1. Hubungkan sumber internet/ISP ke ether1 R1.
2. Hubungkan ether2 R1 ke ether1 R2. Kabel ini adalah jalur trunk VLAN.
3. Hubungkan PC Windows ke ether2 R2.
4. Hubungkan laptop Windows ke ether4 R2.
5. Hubungkan smartphone melalui WiFi R1.
6. Pastikan lampu link pada setiap port Ethernet menyala.
Susunan Kabel T568B
|
Pin |
Warna |
|
1 |
Putih-Orange |
|
2 |
Orange |
|
3 |
Putih-Hijau |
|
4 |
Biru |
|
5 |
Putih-Biru |
|
6 |
Hijau |
|
7 |
Putih-Coklat |
|
8 |
Coklat |
Catatan: Setelah crimping, uji kabel menggunakan LAN tester. Jangan melanjutkan troubleshooting konfigurasi sebelum memastikan kabel bekerja dengan baik.
13. Pengujian Client
Tahap pengujian membuktikan bahwa konfigurasi sudah sesuai. Lakukan pengujian bertahap: IP terlebih dahulu, lalu gateway, kemudian internet, terakhir layanan Hotspot.
13.1 PC Windows pada ether2 R2 - VLAN 10
Fungsi: Memastikan access port VLAN 10, DHCP siswa, gateway, NAT, dan koneksi internet bekerja.
1. Atur IPv4 pada Windows menjadi Obtain an IP address automatically dan Obtain DNS server address automatically.
2. Buka Command Prompt dan jalankan ipconfig.
3. Pastikan PC memperoleh IP antara 192.168.40.10 sampai 192.168.40.50.
4. Pastikan Default Gateway adalah 192.168.40.1.
5. Jalankan ping 192.168.40.1.
6. Jalankan ping 8.8.8.8.
7. Jalankan ping google.com.
ipconfig
ping 192.168.40.1
ping 8.8.8.8
ping google.com
Catatan: PC kabel tidak seharusnya diminta login Hotspot karena Hotspot hanya diterapkan pada wlan1.
13.2 Laptop Windows pada ether4 R2 - VLAN 20
Fungsi: Memastikan access port VLAN 20, DHCP guru, gateway, NAT, dan koneksi internet bekerja.
1. Atur IPv4 laptop menjadi DHCP/automatic.
2. Jalankan ipconfig.
3. Pastikan laptop memperoleh IP 192.168.60.10 sampai 192.168.60.50.
4. Pastikan gateway 192.168.60.1.
5. Uji ping ke 192.168.60.1, 8.8.8.8, dan google.com.
13.3 Smartphone - Jaringan Wireless / Hotspot
Fungsi: Memastikan SSID, DHCP WLAN, captive portal, autentikasi Hotspot, dan pembatasan bandwidth bekerja.
1. Hubungkan Android/iPhone ke SSID UKK_NoAbsen atau SSID yang telah dibuat.
2. Masukkan password WiFi 12345678.
3. Pastikan smartphone memperoleh IP 192.168.20.x.
4. Buka browser dan akses http://portalsmk.sch.id.
5. Pastikan halaman menampilkan tulisan "Selamat Datang di Hotspot SMK ANNUQAYAH".
6. Coba login menggunakan akun Siswa / 789.
7. Setelah berhasil, buka Winbox → IP → Hotspot → Active untuk memastikan user tercatat sebagai aktif.
14. Troubleshooting Cepat
|
Gejala |
Kemungkinan Penyebab |
Pemeriksaan |
|
PC VLAN 10 tidak mendapat IP |
Trunk/access VLAN salah atau DHCP siswa tidak aktif |
Cek R2 ether2 VLAN 10, trunk ether1, dan IP → DHCP Server. |
|
Laptop VLAN 20 mendapat IP 169.254.x.x |
DHCP tidak sampai ke client |
Cek ether4 default VLAN ID 20, VLAN table, dan DHCP guru. |
|
Client bisa ping gateway tetapi tidak internet |
DHCP Client belum bound, default route manual belum aktif, atau NAT bermasalah |
Cek IP → DHCP Client, pastikan Add Default Route = No, lalu cek IP → Routes (gateway 192.168.10.1) dan IP → Firewall → NAT. |
|
Bisa ping 8.8.8.8 tetapi google.com gagal |
DNS bermasalah |
Cek IP → DNS dan DNS yang diterima client. |
|
WiFi terhubung tetapi portal tidak muncul |
Hotspot belum aktif atau DNS Name bermasalah |
Cek IP → Hotspot, Hosts, dan akses http://portalsmk.sch.id. |
|
portalsmk.sch.id tidak terbuka |
DNS name/profile Hotspot belum benar |
Periksa Hotspot Server Profile dan DNS Name. |
|
VLAN 10 dan 20 bercampur |
Port VLAN atau default VLAN ID salah |
Periksa Switch → VLAN dan Switch → Port. |
|
Menu always-strip tidak ada |
Perangkat menggunakan metode VLAN berbeda |
Gunakan metode yang sesuai switch-chip/Bridge VLAN Filtering perangkat. |
15. Checklist Akhir Sebelum Dinilai
- DHCP Client ether1 berstatus bound dan mendapatkan IP WAN otomatis.
- Add Default Route pada DHCP Client = No dan route 0.0.0.0/0 menuju 192.168.10.1 aktif.
- DNS router berfungsi.
- VLAN 10 bernama siswa dengan gateway 192.168.40.1/24.
- VLAN 20 bernama guru dengan gateway 192.168.60.1/24.
- WLAN memiliki gateway 192.168.20.1/24.
- PC ether2 R2 mendapatkan IP 192.168.40.x.
- Laptop ether4 R2 mendapatkan IP 192.168.60.x.
- Smartphone mendapatkan IP 192.168.20.x.
- PC dan laptop kabel dapat internet tanpa login Hotspot.
- Smartphone diarahkan ke portal Hotspot.
- portal menggunakan alamat portalsmk.sch.id.
- Halaman login menampilkan nama sekolah.
- User kepalasekolah / 123 menggunakan profile 512K.
- User Guru / 456 menggunakan profile 256K.
- User Siswa / 789 menggunakan profile 128K.
- R2 ether1 berfungsi sebagai trunk VLAN 10 dan VLAN 20.
- R2 ether2 dan ether3 menjadi access VLAN 10.
- R2 ether4 menjadi access VLAN 20.
- Kabel telah diuji menggunakan LAN tester.
16. Ringkasan Konfigurasi
|
Bagian |
Konfigurasi |
|
WAN |
ether1 R1 memakai DHCP Client; Add Default Route = No; route manual 0.0.0.0/0 via 192.168.10.1 |
|
Trunk |
R1 ether2 ↔ R2 ether1 |
|
VLAN 10 siswa |
192.168.40.1/24, DHCP 192.168.40.10-50 |
|
VLAN 20 guru |
192.168.60.1/24, DHCP 192.168.60.10-50 |
|
WiFi Hotspot |
192.168.20.1/24, DHCP 192.168.20.10-50 |
|
SSID |
UKK_NoAbsen |
|
Password WiFi |
12345678 |
|
Portal |
portalsmk.sch.id |
|
R2 ether2-3 |
Access VLAN 10 |
|
R2 ether4 |
Access VLAN 20 |
|
NAT |
srcnat masquerade keluar ether1 |
Penutup
Keberhasilan praktik tidak hanya ditentukan oleh banyaknya konfigurasi yang dibuat, tetapi oleh kemampuan memahami alur jaringan. Biasakan menguji dari bagian paling dasar: koneksi fisik, alamat IP, gateway, DNS, route, NAT, kemudian layanan Hotspot. Cara ini membuat troubleshooting lebih cepat dan terarah.
Dokumen ini dapat digunakan sebagai modul praktik kelas, panduan UKK, maupun bahan dasar artikel/tutorial pada website. Untuk versi web, setiap subbagian dapat dijadikan heading terpisah dan perintah Terminal dapat ditampilkan sebagai code block.
Komentar
Tulis tanggapan Anda. Komentar akan tampil setelah disetujui.